Pengambilan Sumpah/ Janji Apoteker Fakultas Fakultas Farmasi USU Angkatan 24 Lulusan Semester Genap tahun Akademik 2018

Dalam suasana yang khidmad di bawah bimbingan rohaniawan, sebanyak 113 orang mahasiswa/i Fakultas Farmasi USU yang telah menyelesaikan pendidikan Program Profesi Apoteker melalui Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI),  diambil sumpah/janjinya menurut agamanya masing-masing, bertempat di Ruang Aula Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, Kamis, 15 November 2018. Hadir mewakili Rektor USU, Wakil Rektor II USU,  Prof Dr dr Muhammad Fidel Ganis Siregar, M Ked (OG), Sp OG (K).

Selain itu, acara juga dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Kota Medan, Komite Farmasi Nasional (KFN), Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik, Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi, PT. Kimia Farma Sumut dan Medan, Ikatan Dokter Indonesia Cabanag Medan, Pengurus IAI Sumut dan Medan serta Pimpinan Pendidikan Tinggi Farmasi Swasta di Medan.

Apoteker 2018 a

Dalam sambutannya, Wakil Rektor II USU menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa/i Fakultas Farmasi USU angkatan ke-24 yang pada hari itu telah berhasil meraih cita-citanya sebagai seorang apoteker atau ahli farmasi. Yang mana sebagai pelengkap pengakuan terhadap profesionalitas mereka telah diserahkan pula sertifikat kompetensi profesi apoteker. “Dengan pengambilan sumpah dan janji ini, maka akan melekatlah kepada Anda sekalian tanggung jawab profesi terhadap segala hal berkaitan dengan pekerjaan dan profesi kefarmasian yang Anda tangani. Tanggung jawab profesi itu terkait pula dengan kebijakan dalam memutuskan hal-hal yang dapat dilakukan, sehingga tidak bertentangan dengan nilai-nilai, aturan dan hokum yang berlaku,” kata Prof Fidel Ganis.

Apoteker 2018 d

Dilanjutkannya, bahwa pengetahuan kefarmasian merupakan sebuah keahlian yang menuntut kemampuan, tidak saja secara praktikal dan keilmuan, melainkan juga pertanggung jawaban untuk merahasiakan segala pengetahuan kefarmasiannya dari hal-hal yang bertentangan dengan kemanusiaan dan merugikan lingkungan.

“Seorang apoteker sejatinya harus memanfaatkan seluruh ilmunya untuk membantu meningkatkan kehidupan manusia, baik dari aspek kesehatan maupun aspek survival. Dalam menunaikan fungsi dan kewajiban profesionalnya, seorang apoteker juga diharapkan untuk berupaya agar tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, kepartaian dan kedudukan sosial. Semata-matahanya atas pertimbangan kemanusiaan dan kemaslahatan umat manusia secara universal,” tegas Warek II USU itu.

Apoteker 2018 c

Lebih jauh ia juga mengingatkan, bahwa pencapaian Akreditasi A yang diperoleh Fakultas Farmasi USU serta di dapatkannya ISO 9001 : 2015 dengan kategori Gold bagi Prodi Farmasi dan Silver bagi Prodi Apoteker, harus dijadikan motivasi untuk berbua tlebih baik dan bekerja lebih keras lagi. Dengan demikian segala ketertinggalannya dengan fakultas farmasi dari universitas lain dapat dikejar, disamaibahkan mungkin diungguli.

“Sekali lagi saya ucapkan selamat menjalankan tugas dan profesi Anda yang baru. Semoga segala upaya dan kerja keras saudara sekalian, mendapatkan ridhodari Allah SWT,” tutup Prof Fidel.